GOWA, Targeticw.com – Proyek pengaspalan Jalan Tumbu di Lingkungan Karaeng Loe, Kelurahan Sapaya, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, kembali menjadi sorotan warga setempat.
Pekerjaan jalan yang bersumber dari dana DAU dan DBH Paket 7 Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak Rp1.984.061.434,30 itu dinilai tidak memenuhi ekspektasi masyarakat. Proyek ini dikerjakan oleh CV. Hijrah Mandiri dan diawasi oleh CV. Wira Kamil Konsultan, dengan masa pelaksanaan selama 150 hari kalender.
Namun, kondisi di lapangan menunjukkan hasil pekerjaan yang dianggap jauh dari standar kualitas proyek infrastruktur pemerintah.
Sejumlah warga mengungkapkan bahwa lapisan aspal tampak tipis, tidak rata, bahkan mulai terkelupas di beberapa titik, meski proyek belum lama berjalan. Mereka menilai pengerjaan terkesan asal-asalan dan tidak memperhatikan standar mutu material maupun teknik pengaspalan.
Kekecewaan warga semakin meningkat ketika melihat jalan yang seharusnya memberikan kemudahan akses justru menunjukkan kerusakan dini. Proyek yang menelan anggaran hampir Rp2 miliar tersebut diharapkan menjadi fasilitas publik yang bermanfaat bagi masyarakat pedalaman Gowa, namun malah memunculkan keresahan.
Warga pun mendesak Pemerintah Kabupaten Gowa dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk turun langsung meninjau kondisi di lapangan guna memastikan kualitas pekerjaan yang telah dilaksanakan. Mereka meminta agar pemerintah tidak hanya mengandalkan laporan administratif kontraktor, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mutu pekerjaan.
Masyarakat menegaskan bahwa proyek infrastruktur dibiayai dari uang rakyat, sehingga pelaksanaannya harus transparan, berkualitas, dan tepat sasaran. Mereka menolak keras apabila dana besar yang dikucurkan justru tidak memberikan manfaat nyata bagi warga.













