Klarifikasi Bhabinkamtibmas Desa Padang Terkait Dugaan Keterlibatan Polisi dalam Kasus Penipuan Jual Beli Mobil Online

Bulukumba, 13 Mei 2025 — Bhabinkamtibmas Desa Padang, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, memberikan klarifikasi terkait dugaan keterlibatan oknum anggota kepolisian dalam kasus penipuan jual beli mobil secara online yang disertai perampasan dokumen kendaraan pada 6 Mei lalu.

Kasus ini menambah daftar panjang penipuan berkedok jual beli mobil online yang kerap terjadi di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Dalam insiden terbaru ini, terduga pelaku berinisial CK diduga terlibat dalam perampasan kendaraan beserta dokumen penting seperti STNK dan BPKB.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Bhabinkamtibmas Desa Padang, Aiptu J, mengungkapkan bahwa dirinya tidak mengetahui pokok permasalahan sejak awal dan baru tiba di lokasi setelah transaksi jual beli mobil telah terjadi.

“Saya diberi tahu oleh warga bahwa ada keributan di rumah H. Cuke terkait jual beli mobil. Saat itu saya sedang rapat di kantor desa. Setelah rapat, saya ke lokasi dan saat tiba, suasana sudah kondusif. Saya kemudian mendengarkan kronologi dari kedua belah pihak,” ujar Aiptu J.

Ia menambahkan bahwa pembeli, dalam hal ini H. Cuke, telah mentransfer uang ke pihak yang mengaku sebagai pemilik mobil, padahal bukan kepada pemilik aslinya. “Ini jelas modus penipuan online model segitiga. Semua pihak di sini adalah korban. Saya sarankan agar segera membuat laporan ke Polres agar pelaku bisa dilacak dan ditindak,” jelasnya.

Terkait kehadiran anggota Resmob Polres Bulukumba di lokasi, Aiptu J menyatakan bahwa Aibtu U hadir atas permintaan Agus, kerabat dari korban asli, Ibu Fera.

“Pak U datang karena dipanggil Pak Agus. Ibu Fera, pemilik asli mobil, meminta bantuan agar situasi bisa dikawal. Sama seperti saya, Pak U juga baru tahu setelah transaksi terjadi. Jadi sangat tidak tepat kalau dikatakan beliau terlibat, kalaupun ada pihak yang merasa dirugikan dan menganggap kami terlibat atas kejadian silahkan di laporkan ke pihak berwajib propam dan reskrim polres bulukumba” tegas J.

Hal ini juga dibenarkan oleh Agus, yang dihubungi secara terpisah. “Saya yang minta tolong ke Pak U untuk menemani kami ke rumah H. Cuke. Ibu Fera minta bantuan karena katanya mobilnya dibawa lari ke Desa Padang. Jadi saya dampingi dengan Pak Usman ke sana,” jelas Agus.

Sementara itu, Aibtu U, saat dikonfirmasi, turut membantah tudingan keterlibatannya dalam transaksi penipuan tersebut. Ia mengaku hanya datang karena dimintai bantuan oleh rekannya.

“Saya sangat kaget saat mendengar kabar bahwa saya dituduh terlibat. Saya tidak kenal dengan pihak pembeli maupun penjual. Saya hanya datang ke lokasi karena diminta tolong, dan baru tahu kronologinya setelah berada di sana,” ujar U.

Kronologi Penipuan

Sebelumnya, pada 6 Mei 2025, Ersal—yang membantu menjual mobil milik temannya—mengungkapkan bahwa ia dihubungi oleh seseorang dari Makassar yang tertarik membeli mobil tersebut. Orang tersebut mengaku akan mengirim kerabatnya, CK, untuk mengecek mobil di Bulukumba.

CK datang dan memeriksa mobil. Setelah sempat pergi, ia kembali bersama dua pria yang mengaku sebagai kakak dan anaknya. Mereka meminta izin untuk test drive, namun salah satu dari mereka langsung membawa kabur mobil meskipun belum ada kesepakatan harga.

CK yang masih di lokasi kemudian mengajak Ersal ke agen BRILink dengan dalih ingin melakukan transfer pembayaran. Namun di sana, situasi berubah. CK justru merampas STNK dan BPKB dari tangan Ersal.

“Setelah transfer dilakukan, CK malah mengaku sebagai pembeli dan mulai mengancam saya saat saya minta dokumen kembali,” ungkap Ersal.

Merasa terintimidasi, Ersal bersama temannya diajak ke kampung CK di Kalimessang, Desa Padang. Di sana, ia merasa tidak aman dan meminta agar kasus ini dibawa ke Polres Bulukumba, namun permintaan tersebut ditolak.

“Bukannya menengahi, saya malah disudutkan. Bahkan ada yang mengancam akan memukul saya. Saya merasa polisi yang hadir tidak netral dan tidak kompeten menangani kasus ini,” tutur Ersal, yang juga menduga adanya kolusi antara CK dan oknum aparat.

Akhirnya, Ersal dan pemilik mobil berhasil keluar dari lokasi dan melaporkan kejadian ini ke Polres Bulukumba. Ia berharap kasus ini ditindaklanjuti secara profesional dan transparan oleh pihak berwenang.