Bulukumba, Targeticw.Com – Wakil Ketua Triga Nusantara Indonesia, Calestino Harnoi (Tino), mengkritisi kondisi Pasar Tradisional Ujung Loe yang terletak di Kelurahan Dannuan, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba. Keluhan mengenai pasar tersebut pertama kali disampaikan oleh salah satu siswa SMAN 9 Bulukumba bulan lalu, yang kemudian diteruskan kepada pihak terkait.
Menurut Tino, pengaduan dari siswa dan masyarakat setempat sudah disampaikan kepada Kepala Bidang Perdagangan dan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bulukumba. Namun, hingga saat ini, belum ada tindakan nyata dari pemerintah.
“Kami masih menunggu tindakan konkret dari Dinas Perdagangan Kabupaten Bulukumba terkait keluhan mengenai irigasi yang tersumbat di dalam pasar,” ujar Tino.
Ia berharap agar Sekretaris Daerah (Sekda) Bulukumba segera memerintahkan perangkat daerah (SKPD), khususnya Dinas Perdagangan, untuk menyelesaikan masalah tersebut. Meskipun pihak Dinas Perdagangan sudah berjanji untuk menangani keluhan warga, kenyataannya hingga kini tidak ada tindakan yang dilakukan.
Tino juga menambahkan, Kepala Bidang Perdagangan sebelumnya telah berkomitmen untuk menyelesaikan masalah tersebut, termasuk keluhan dari para siswa SMAN 9 Bulukumba yang tinggal di sekitar pasar. “Kami sudah menyampaikan masalah ini kepada Sekda Bulukumba, dan tembusannya pun telah diteruskan ke Komisi II DPRD Kabupaten Bulukumba,” kata Tino.
Pada Jumat, 20 Desember 2024, Tino bersama tim investigasi Triga Nusantara Indonesia bertemu langsung dengan Sekda Bulukumba, Muh.Ali Saleng, yang juga merupakan perpanjangan tangan dari Bupati Bulukumba. Dalam pertemuan tersebut, Sekda kembali berjanji untuk segera menindaklanjuti keluhan masyarakat.
Tino juga menyebutkan bahwa pihak Komisi II DPRD yang menangani masalah pasar telah berjanji untuk segera merespons. Sabtu, (21/12/2024).
“Kami sudah berkomunikasi dengan Komisi II melalui telepon, dan Bapak H. Muhdar sangat merespon. Beliau berjanji akan segera melakukan rapat koordinasi dan turun langsung ke lokasi bersama pihak sekolah, LSM, dan masyarakat,” ungkap Tino.
Meski sudah ada janji dan komitmen dari berbagai pihak, Tino menekankan bahwa jika masalah ini terus dibiarkan, maka akan semakin memperburuk kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. Ia berharap pemerintah segera mengambil tindakan yang tegas untuk menyelesaikan permasalahan yang telah berlarut-larut ini.
Menanggapi keluhan masyarakat melalui Lembaga Triga Nusantara Indonesia, Ketua Komisi II DPRD Bulukumba, H. Muhdar, yang dikonfirmasi via WhatsApp, membenarkan adanya pengaduan dari lembaga tersebut.
Muhdar mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, pihaknya akan mengadakan rapat koordinasi dengan anggota DPRD lainnya.
Meski demikian, Muhdar telah menyampaikan langsung kepada anggota Komisi II, bahkan melalui grup WhatsApp DPRD, bahwa rapat dengan komisi-komisi lain, termasuk Komisi III dan Komisi IV, sangat diperlukan untuk membahas masalah ini lebih lanjut.
“Iya, saya sudah sampaikan melalui telepon, terkait masalah pasar Ujung Loe, kami tidak bisa mengambil tindakan sebelum turun ke lapangan. Setidaknya kami ingin memberikan masukan kepada dinas terkait mengenai solusi yang tepat dan mengidentifikasi titik kesalahan yang ada,” kata Muhdar.
Lebih lanjut, Muhdar meminta agar Lembaga Triga Nusantara berkoordinasi dengan Komisi III, karena lembaga tersebut yang harus menyampaikan bahwa mereka siap turun bersama-sama untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Selain dengan Komisi III, Muhdar juga menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Komisi IV DPRD Bulukumba. Salah satu hal yang disampaikan oleh Samsir Paro terkait masalah sampah di pasar, terutama di area yang tergenang air.
“Ya, ada beberapa hal yang disampaikan, salah satunya mengenai kebersihan di pasar, terutama di tempat-tempat yang basah. Kadang-kadang, pengunjung pasar kurang memperhatikan kebersihan dan sampah yang menumpuk. Selain itu, air yang tergenang harus segera dibersihkan dan disiram hingga benar-benar lancar,” ujar Muhdar.
https://www.targeticw.com/704/triga-nusantara-soroti-bau-busuk-di-pasar-ujung-loe-wakil-ketua-dikerja-bukan-dicerita