Triga Nusantara Soroti Bau Busuk di Pasar Ujung Loe, Wakil Ketua: “Dikerja, Bukan Dicerita”

Bulukumba,Targeticw.com – Isu tentang bau busuk yang berasal dari Pasar Tradisional Ujung Loe, yang terletak di Kelurahan Danuan, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, menjadi sorotan berbagai pihak, termasuk para pelajar SMUN 9 Bulukumba. Hal ini disampaikan dalam sebuah pertemuan yang diadakan Sabtu lalu. (30/11/2024).

Ketua OSIS SMUN 9 Bulukumba mengungkapkan bahwa selama proses belajar di kelas, siswa-siswi sering kali harus menahan bau busuk yang berasal dari pasar tersebut. Menurutnya, bau yang tidak sedap tersebut, seperti limbah ikan dan sampah lainnya, mengganggu konsentrasi dan mengurangi semangat belajar mereka.

“Saya sendiri merasakan hal yang sama, Pak. Kami sebagai siswa sering kesulitan fokus belajar di kelas karena bau busuk itu. Akhirnya, kami lebih memilih belajar di taman jika baunya terlalu menyengat,” ujar Ketua OSIS tersebut.

Wakil Ketua Triga Nusantara Indonesia, Calestino Harnoi, menyikapi permasalahan ini dengan mengharapkan tindakan cepat dari pemerintah daerah untuk merespon keluhan para pelajar SMUN 9 Bulukumba.

Menurutnya, sebagai lembaga sosial kontrol, ia merasa prihatin melihat kondisi yang dihadapi oleh anak-anak sekolah yang harus belajar dalam kondisi yang tidak nyaman.

“Saya berharap pemerintah daerah, terutama Bupati Bulukumba, bisa segera turun tangan mengatasi masalah ini. Ini bukan soal saling menyalahkan, tetapi mencari solusi konkret. Seperti yang selalu ditekankan Bupati, ‘Dikerja, bukan dicerita’,” tegas Tino.

Tino juga menyampaikan bahwa meskipun pernyataan Kepala Pasar Tradisional Ujung Loe mengenai sumber bau yang berasal dari saluran air yang tersumbat benar adanya, namun masalah ini harus segera diselesaikan.

“Saluran air memang terhambat karena kurangnya perhatian pada pembangunan sebelumnya, sehingga air tidak bisa mengalir dengan lancar dan menimbulkan bau tak sedap,” jelasnya.

Selain Pasar Ujung Loe, Tino juga menyoroti masalah serupa di Pasar Tradisional Ulutedong. Menurutnya, masalah bau busuk dan kurangnya fasilitas seperti WC yang berfungsi dengan baik juga menjadi keluhan warga.

“Bukan hanya Pasar Ujung Loe, Pasar Ulutedong juga mengalami masalah yang sama. Fasilitas air dan WC yang tidak memadai membuat warga kesulitan,” katanya.

Tino meminta kepada Bupati Bulukumba yang tengah menjabat di periode kedua untuk tidak hanya mengandalkan slogan, tetapi juga benar-benar bekerja untuk menyelesaikan masalah ini.

“Kami meminta agar pemerintah serius memperhatikan fasilitas pasar yang selama ini tidak memadai. Kami harap retribusi yang dibayar warga dapat sebanding dengan pelayanan yang mereka terima,” ujarnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bulukumba, Drs. Alfian Andi Mallihungan, M.Si, mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera mencari solusi atas masalah bau busuk di Pasar Ujung Loe. Menurutnya, yang terpenting saat ini bukan mencari siapa yang salah, tetapi mencari solusi yang tepat.

“Proses pencarian siapa yang salah memang memerlukan waktu, karena pekerjaan ini sudah berlangsung lama. Kami sedang menunggu laporan dari tim kami, dan kami sudah mulai mengambil tindakan dengan turun ke lapangan. Namun, penyelesaian masalah ini memerlukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, terutama jika diperlukan anggaran,” ungkap Alfian.

Alfian menambahkan bahwa ia berkomitmen untuk menindaklanjuti semua keluhan masyarakat, termasuk masalah bau busuk dan fasilitas di pasar.

“Terima kasih kepada lembaga Triga Nusantara yang telah membantu mengingatkan kami. Kami akan segera menindaklanjuti keluhan ini,” kata Alfian, yang juga mantan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan.

Dengan adanya perhatian dari berbagai pihak, diharapkan masalah bau busuk di Pasar Tradisional Ujung Loe bisa segera diatasi, sehingga proses belajar mengajar di SMUN 9 Bulukumba dan kenyamanan warga sekitar dapat kembali optimal.

https://www.targeticw.com/700/penyebab-bau-busuk-di-pasar-ujung-loe-terungkap-saluran-irigasi-tersumbat-jadi-biang-masalah