Bulukumba, Targeticw.com – Keluhan tentang bau busuk yang berasal dari saluran irigasi Pasar Tradisional Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, kembali mencuat setelah sejumlah siswa SMUN 9 Bulukumba melaporkan hal tersebut pada Rabu, (27/11/2024). Bau tak sedap itu dilaporkan telah mengganggu proses belajar mengajar di sekolah mereka.
Wakil Ketua DPC Triga Nusantara, Calestino, menyatakan bahwa selain siswa SMUN 9, sejumlah pedagang kaki lima di Pasar Ujung Loe juga mengeluhkan masalah yang sama.
Calestino menilai bau tersebut timbul akibat kurangnya perhatian dari pihak pengelola pasar, khususnya Kepala Pasar Ujung Loe, yang dianggap tidak cukup aktif dalam mengawasi kebersihan pasar.
“Setahu saya, Kepala Pasar yang sudah menjabat selama dua tahun baru dua kali terlihat hadir di pasar. Ini tentu menjadi perhatian kami. Saya berharap Dinas Perdagangan dan Perindustrian Bulukumba segera mengevaluasi kinerja Kepala Pasar Ujung Loe,” tegas Calestino, Jumat, 29 November 2024.
Menanggapi keluhan tersebut, Calestino mengungkapkan bahwa Kepala Pasar Tradisional Ujung Loe telah turun langsung ke lokasi dan menurunkan petugas kebersihan untuk menangani masalah ini.
“Kami bersama pedagang kaki lima berharap petugas pasar, terutama Kepala Pasar, lebih rutin melakukan penyemprotan pada saluran irigasi dengan menggunakan sabun Beclin dan Molto untuk mengatasi bau busuk yang mengganggu ini,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Pasar Ujung Loe, Muhammad Idris, yang dikonfirmasi melalui WhatsApp, mengaku telah menerima instruksi dari Kepala Bidang Perdagangan Bulukumba untuk segera menangani keluhan tersebut. Idris menjelaskan bahwa pihaknya sudah menginstruksikan petugas kebersihan untuk menggali dan membersihkan saluran irigasi yang diduga tersumbat.
“Setelah menerima laporan terkait bau busuk, saya langsung mengarahkan petugas kebersihan untuk menggali saluran irigasi yang tersumbat dan menyiramnya dengan Beclin dan Molto agar bau tak semakin menyengat,” ujar Idris.
Menurut Idris, bau busuk tersebut disebabkan oleh saluran irigasi yang buntu, yang menghalangi aliran air menuju sungai.
“Saluran ini memang agak buntu karena saat pembangunan dulu, kontraktor tidak mempertimbangkan dengan baik pembuangan air ke sungai. Akibatnya, air tak mengalir lancar dan menimbulkan bau,” jelasnya.
Terkait tudingan bahwa dirinya jarang mengunjungi pasar, Idris membantahnya. “Itu tidak benar. Setiap minggu saya rutin mengunjungi pasar. Kalau tidak percaya, tanyakan saja kepada pedagang ikan di pasar,” tegasnya.